https://open.spotify.com/track/0rgEL2cD2T5MDzSDJTQNlw?si=ujJoIZ61TzuEmXQH1RkqpA

Mulanya, tidak ada perasaan apa pun.

Tidak ada yang bergetar.

Apalagi berdebar.

Nyatanya, ada yang tiba-tiba menyelinap kembali mengisi setiap sisi yang kosong.

Pertemuan pertama di salah satu lapangan kawasan Kecamatan Parung Panjang pada bulan Agustus. Laki-laki yang mengenakan pakaian berwarna putih dengan gagahnya. Katanya, ia baru saja menjadi Paskibraka Kecamatan.

Dan dalam diam, aku mengagumi sikapnya tanpa perlu bertemu dengannya terlebih dahulu pada saat itu.

Ya, aku—lah orang itu.

Seorang gadis 18 tahun yang selalu siap menjadi garda terdepan untuk selalu mengaguminya.

Sedangkan, aku akan kehilangan.

Katanya, dunia akan hilang keseimbangan.

Tanpa adanya bulan.

Tanpa adanya kamu yang selalu dalam harapan.

Bertatapan kala itu, apa tatapanmu memang penuh dengan arti dan hangatnya tersalurkan?

1000117315.png

Sedikit tentangnya,

Aku mengaguminya dengan lama dengan kesadaran penuh dalam diriku, bagaimana dirinya mampu mengubahku menjadi seseorang yang lebih baik, aku berterimakasih untuk itu.

Terimakasih sudah menjadi seseorang yang selalu di bicarakan, yang selalu aku banggakan pada teman-temanku.

Aku memperhatikanmu dari kejauhan.